Hati-Hati, Bangun Tidur Jangan Mikirin Dunia !
Saat
bangun pagi hari ini, apa yang terlintas pertama kali dalam pikiran anda?
Apakah ingin segera melaksanakan sholat subuh, berdzikir mengingat Allah,
membaca al-Qur’an? Atau justru anda langsung memikirkan bisnis anda yang sudah
sejak kemarin anda rencanakan dan hari tinggal eksekusi? Atau pikiran-pikiran
tentang aktifitas duniawi yang lain?
Apa
masalahnya dengan sesuatu yang kita pikirkan saat bangun pagi? Jawabannya:
penting banget. Karena hal itu bisa mempengaruhi semua aktifitas kita di hari
itu.
Mari
kita simak Hadis Nabi tentang orang yang bangun tidur langsung memikirkan
dunia. Rasulullah shalallahu ‘alaihiwasallam bersabda berikut ini:
مَنْ أَصْبَحَ وَالدُّنْيَا أَكْبَرُ هَمِّهِ أَلْزَمَ
الله قَلْبَهُ أَرْبَعَ خِصَالٍ ;لاَ
يَنْفَكُ مِنْ وَاحِدَةٍ حَتَّى يَأْتِيْهِ الـمَوْتُ (همّاً لاَ يَنْقَطِعُ مِنْهُ
أَبَداً وَشَغْلاً لَا يَتَفَرَّغُ مِنْهُ أبَداً وفَقْراً لَا يَبْلَغُ غِنَاهُ أبَداً
وأَمَلاً لَا يَبْلَغُ مُنْتَهَاهُ أبَداً) رواه الديلمي في الفردوس من حديث ابن عمر.
“Barangsiapa yang bangun di pagi
hari namun hanya DUNIA yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah dia tidak
melihat hak Allah dalam dirinya...
Maka Allah akan menanamkan 4 (empat)
penyakit dalam dirinya:
1. Kebingungan yang tiada putusnya;
2. Kesibukan yang tidak ada ujungnya;
3. Kebutuhan yang tidak terpenuhi; dan
4. Keinginan yang tidak tercapai”.
( HR. Ath Thabrani).
Dalam kesempatan lain sabda Nabi
berbunyi:
مَنْ أَصْبَحَ وَالدُّنْيَا أَكْبَرُ هَمِّهِ شَتَّتَ
الله عَلَيْهِ شَمْلَهُ وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ
الدُّنْيَا إِلَّا مَا كَتَبَ لَهُ وَمَنْ أَصْبَحَ وَالآخِرَةُ أَكْبَرُ هَمِّهِ
جَعَلَ الله غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَجَمَعَ عَلَيْهِ ضِيْعَتَهُ وَأَتَتْهُ الدْنْيَا
وَهِيَ رَاغِمَةٌ (المعجم الكبير _ باب الرأي)
Hadis
di atas hampir senada dengan hadis yang pertama, yang pada intinya ketika
seseorang bangun pagi hanya dunia yang dipikirkannya, maka dia hanya akan
memperoleh dunia apa yag yang sudah tertulis untuknya.
Fenomena seperti ini sepertinya saat ini banyak
terjadi. Karenanya tidak heran, jika dipagi hari
yang cerah sekalipus, banyak orang yang
terlihat bingung, resah, gelisah, takut & berbagai penyakit dunia lainnya,
karena pikirannya hanya untuk dunia
Lalu Solusinya bagaimana?
Mulailah pagi hari kita dengan
menjaga hak Allah & bersyukur karena Allah masih memberi umur dan
kesempatan untuk hidup sehingga Allah akan menjaga dunia kita.
Berikut ini hal-hal yang bisa
kita lakukan setelah kita bangun pagi:
☑ Dimulai dengan membaca Doa
Bangun Tidur:
"اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ
النُّشُورُ
Artinya :
"Segala puji bagi Allah yang
menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepada Allah akan
dibangkitkan."
☑ Berikutnya adalah shalat
Sunnah Sebelum Subuh.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda :
رَكْعَتَا
الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua rakaat shalat Sunnah Subuh lebih baik
daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR. Muslim725).
Apa
yang perlu dikhawatirkan jika anda telah mendapatkan yang lebih baik dari dunia
dan seisinya.....?
☑ Kemudian Shalat Subuh Berjama'ah di Masjid bagi
laki-laki.
“Barang siapa yang shalat subuh maka dia
berada dalam jaminan Allah.”
(HR. Muslim no. 163).
Apa
yang anda takutkan jika Allah yang Maha Memiliki Alam Semesta ini telah
menjamin hari mu?
☑ Kemudian diikuti Dzikir di Pagi Hari.
“Maukah kamu aku tunjukkan perbuatanmu yang terbaik, paling suci di sisi
Raja-mu (Allah), dan paling mengangkat derajatmu; lebih baik bagimu dari infak
emas atau perak?” Beliau bersabda: _“Dzikir kepada Allah Yang Maha tinggi.”_ (HR. At-Tirmidzi no. 3377)
Dan
apa yang perlu diresahkan jika dengan dzikir pagimu, Allah akan mengangkat
derajatmu.....?
Dengan
berdzikir maka pagi mu akan menjadi lebih indah dan berseri.....
_“…Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah
hati menjadi TENANG.”_ (QS. Ar-Ra’d:
28).
☑ Lalu tutup pagimu dengan Sholat Dhuha, bersedekah untuk 360 persendianmu, maka Allah
akan mencukupimu hingga sore hari :
“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam,
jangan-lah engkau tinggalkan 4 raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha).
Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286),
“Manusia memiliki 360 persendian. Setiap
persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah.” Para sahabat pun
mengatakan, “Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya,
wahai Rasulullah?”
Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam lantas mengatakan, “Menanam bekas ludah di masjid atau
menyingkirkan gangguan dari jalanan."
"Jika engkau tidak mampu melakukan
seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at.” (HR. Ahmad, 5: 354)
Betapa
tenang dan damainya pagi hari jika kita mulai dengan memelihara hak Allah....
Semoga
kita dijadikan hamba Allah yang senantiasa bersyukur dan senantiasa
mendahulukan hak-hak Allah .. aamiin Allahumma aamiin

Memang harus diakui bahwa dinamika kehidupan didunia masa kini kadang sangat menguras emosi pikiran dan tindakan kita untuk mengatasi segala prolematika hidup ini yang kian hari membuat kita kian terpenjara akqn kewajiban dan tanggung jawab kita kepada sesama manusia dalam urusan muamalah dll...Inilah yang kadang menafikan akal pikiran kita akan keberadaan Allah SWT yang wajb kita ingati dalam keadaan dan situasi apapun juga dan harus kita yakini bahwa apapun yang kita pikirkan dan rencanakan tapi takdir dan ketentuan ALLAH JUALAH YANG BERLAKU....Artikel yang sangat menginspirasi....Thanks...
BalasHapusUsmany Alwy..