Mengapa Mapel Bahasa Arab dan Akidah Akhlak tidak di UAMBN-kan?
Ada yang berbeda ketika kita
mencermati sosialisasi UAMBN Tahun 2018-2019 dan juga SK Dirjen Pendis tentang
Kisi-kisi UAMBN Tahun 2018-2019. Yaitu di dalamnya hanya ada 3 mata pelajaran yang
di-UAMBN-kan, yaitu Qur’an Hadis, Fiqh dan SKI. Tidak ada mata pelajaran Akidah
Akhlak dan Bahasa Arab.
Lalu kenapa Akidah Akhlak dan Bahasa
Arab tidak masuk dalam sosialisasi UAMBN tersebut?
Ternyata dalam sosialisasi
berikutnya dari Kementerian Agama, disampaikan bahwa mapel Bahasa Arab dan
Akidah Akhlak dimasukan dalam kelompok USBN atau Ujian Sekolah Berbasis
Nasional.
Banyak yang bertanya, apa implikasi
dari kebijakan tersebut? Apa bedanya antara 2 mapel tersebut ketika dulu di-UAMBN-kan
dan ketika sekarang di-USBN-kan?
Setelah bertanya-tanya dan mengikuti
beberapa berbincangan dalam berbagai grup, masguru mendapatkan pencerahan
sebagai berikut:
1. Secara filosofis bahwa Mapel B
Arab outcome intinya adalah kemampuan komunikasi yang meliputi 4 maharoh:
Istima', takllum, Kitabah dan Qira'ah.
Terhadap hal ini UAMBN kurang mengakomodir 4 maharoh tersebut secara
seimbang. Maka di USBN-kan sehingga kewenangan full ada di guru dan satuan
pendidikan yang bisa menilai langsung.
2. Aqidah Akhlak outcome intinya
adalah pada perubahan prilaku dan akhlak. UAMBN tidak mampu mendeteksi ini.
maka di USBN kan agar guru dan satuan pendidikan memiliki kewenangan penuh
dalam menilai kebenaan aqidah, perubahan prilaku dan akhlaknya dengan baik dan
benar.
3. UAMBN tidak lah menentukan
kelulusan, yang menentukan kelulusan adalah USBN. Dengan demikian ketercapaian
4 maharoh penting pada mapel B Arab dan Aqidah akhlak agar menjadi penentu
kelulusan secara penuh perlu di USBN kan.
4. Secara teknis, agar mengurangi
beban psikologis peserta didik adanya ujian yang bersifat nasional begitu
panjang durasinya.
Untuk
itu, diharapkan kepada semua Kemenag dan
satuan pendidikan madrasah agar mengkondisikan infrastruktur dan kemampuan para
guru kedua mapel tersebut agar kompeten dalam menilai 4 Maharoh (ketrampilan) Bahasa
Arab dan Aqidah Akhak secara baik dan benar, serta mendorong madrasah untuk berani
tidak meluluskan pesera didik karena ketidaktercapaian nilai minimal pada dua
mapel ini .
Mapel UN : Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA dan
Matematika.
Mapel UAMBN : al-Quran- Hadits, Fiqih dan SKI
Mapel USBN : Selain mapel UN dan UAMBN termasuk B. Arab
dan Akidah Akhlak.
Demikian penjelasan tentang
pertanyaan kenapa mapel Bahasa Arab dan Akidah Akhlak tidak masuk dalam UAMBN.
Kira-kira adakah madrasah yang berani tidak meluluskan siswanya?

Belum ada Komentar untuk "Mengapa Mapel Bahasa Arab dan Akidah Akhlak tidak di UAMBN-kan?"
Posting Komentar